Selasa, 30 Oktober 2012

Perjuangan YanG Berat Untuk Sebuah TOGA


Assalammmualaikumm wr wb,,, 

Saya akan bercerita Sdkt tntg TOGA sebagai PngeTahuan dan Utk penyemanGat buat Rekan2 mahasiswa lainnya,,y walaupun saya blum mendapatkan Toga,,tpi saya Yakin dlm wktu setahun or Dua Thun ini saya bisa Mndptkannya,,



 

TOGA

Pernah kah kita Berfikir apa itu TOGA,,,yg kita tahu TOGA itu sebuah Pakaian yg dpkai seseorang ketika dia Telah menyelsaikn Studinya di suatu Institusi Akademik.

Sedikit bercerita Tentang Sejarah Toga.
>> Toga berasal dari bahasa latin ‘tego’ mempunyai arti sebagai penutup. Toga merupakan busana orang-orang Romawi; sehelai mantel wol tebal yang dikenakan setelah mengenakan cawat atau celemek. Toga diyakini sudah ada sejak era Numa Pompilius, Raja Roma yang kedua. Toga ditanggalkan bila pemakainya berada di dalam ruangan, atau bila melakukan pekerjaan berat di ladang, namun toga dianggap sebagai satu-satunya busana yang pantas bila berada di luar ruangan.
>> Toga yang merupakan pakaian Romawi kuno ini adalah sehelai kain sepanjang kira-kira 6 meter yang dililitkan ke sekeliling tubuh, dan umumnya dikenakan setelah mengenakan baju berlengan panjang atau pendek yang panjangnya sepinggul (tunik). Toga terbuat dari wol dan tunik kerap terbuat dari linen (salah satu bahan pembuatan pakaian).
>> Setelah abad ke-2 SM, toga menjadi busana khusus pria, dan hanya warga negara Romowi yang diizinkan mengenakannya. Karena menjadi busana khusus pria, maka kaum wanita mengenakan stola (semacam syal). 



>> Mengapa Toga berwarna hitam ? Hitam biasanya dikaitkan dengan sesuatu hal yang misterius dan gelap. Misteri dan kegelapan inilah yang harus dikalahkan oleh seorang sarjana. Dengan memakai warna hitam, diharapkan para sarjana mampu menyibak kegelapan dengan ilmu pengetahuan yang telah didapat selama menempa pendidikan di univesitas. Warna hitam juga melambangkan keagungan. Oleh karena itu, warna ini juga dipilih sebagai warna jubah untuk hakim.

>> Lalu,apa makna bentuk persegi pada topi toga? Well,sudut-sudut tersebut melambangkan bahwa seorang sarjana dituntut untuk berpikir rasional dan memandang segala sesuatu dari berbagai sudut pandang. Filosofi lainnya, kuncir tali di topi toga melambangkan tali pita pembatas buku. Dengan pindah tali, diharapkan para wisudawan terus membuka lembaran buku supaya ilmunya tidak berhenti setelah lulus. 
 
>> Selain daripada makna sakral yang terkandung dalam sebuah toga, kuncir akademik juga memiliki makna. Dalam prosesi wisuda, sebelum secara resmi dilantik menjadi seorang sarjana, kuncir akademik berada di sisi yang berlawanan dengan toga yang dipakai oleh jajaran dosen, guru besar, dekan, serta rektor yang hadir dalam wisuda. Ada prosesi pemindahan kuncir, ke arah yang sama dengan topi yang dipakai staf akademik (biasanya ke arah kanan), dengan makna proses perjalanan seorang sarjana dari awal hingga kelulusannya
 
TAHUKAH ANDA BAHWA TOGA ITU PRODUK ASLI ORANG ISLAM ??
 
>> Kebanyakan orang menyangka bahwa toga merupakan sebuah produk budaya dari peradaban Barat. Padahal, tahukah antum, toga merupakan warisan dari peradaban Islam yang agung di masa lalu. Toga merupakan pakaian yang diberikan oleh universitas-universitas Islam Andalusia bagi para penuntut ilmu di dalamnya yang telah dinyatakan berhasil lulus dari tempat tersebut. Ketika itu, para penuntut ilmu di universitas Islam Andalusia tidak hanya berasal dari kalangan Muslim. Banyak orang-orang non-Muslim Eropa yang juga menuntut ilmu di situ. Mereka adalah orang-orang pengagum peradaban Islam dan mencoba menggali ilmu di sana agar bisa dimanfaatkan di negerinya masing-masing. Ketika mereka telah lulus dari unversitas-universitas Islam tersebut, mereka kembali ke negeri mereka dengan sambil mengenakan pakaian toga. Mereka adalah orang-orang yang dibanggakan oleh bangsanya karena telah berhasil menuntut ilmu di unviersitas Islam. Dan toga, merupakan salah satu tanda bahwa mereka telah berhasil lulus dari universitas terbaik di masa itu. Subhanallah…
Walaupun toga yang kita kenakan sewaktu di wisuda saat ini tidak langsung berasal dari universitas-universitas Islam di Andalusia, kita masih bisa tetap bangga terhadap produk kebudayaan Islam kita ini. Sebuah peninggalan dari sebuah peradaban agung yang berhasil memimpin dunia dalam waktu berabad-abad lamanya. . . yang kini sedang tidur dan menunggu untuk dibangunkan kembali oleh ummatnya. Tidak mudah untuk mengembalikan kejayaan Islam seperti masa itu lagi. Namun juga bukan berarti tidak mungkin. Yang seperti itu hanya bisa dilakukan oleh Muslimin yang mempunyai kebulatan ‘azzam dan kelurusan akidah, serta kesatuan langkah perjuangan,
Insya Allah.


Bisa kita lihat seberapa bangga nya orang tua dan keluarga kita ketika kita telah lulus dan mengenakan sebuah Toga..karena untuk mendapatkan sebuah Toga itu bukan hal yang mudah,,banyak materi ,waktu ,pikiran dan tenaga yang dikorbankan..




Oleh sebab itu,,buat rekan2 mahasiswa sekalian,,,mari kita Semangat dan bersungguh-sungguh mengikuti semua Mata kulyah agar kelak kita mendpatkan iLmu yang banyak dan bermanfaat dan juga untuk mengejar sebuah TOGA,,karena TOGA adalah salah satu kebanggaan tersendiri untuk kita. Karena tidak semua orang bisa mendapatkan nya......

Semoga sukses buat Rekan-rekan mahasiswa ,,amieennn




Terima Kasih untuk para Dosen yang selalu berusaha meluangkan waktu,,tenaga dan pikiran untuk memberikan yang terbaik untuk kami para Mahasiswa.





..Demikian lah tulisan ini saya Buat,,,apa bila ada kesalahan nama dan lain sebagainya,,saya mohon maaf..


Sukses untuk kita semuaa,,,, Hidupp MAHASISWA.....<<<<

wassalam..

Rabu, 24 Oktober 2012

Ikan Botia Jambi di Klaim Oleh Thailand


Jambi – Selain seni budaya tradisional, beberapa jenis ikan hias asli Jambi juga luput dari perhatian pemerintah. Selain terancam punah, sejumlah spesies ikan hias khas Jambi juga sudah diklaim pihak asing. Sebut saja, Ikan Bajubang atau Botia jenis merah dan hijau yang diklaim Singapura sebagai fauna kekayaan alam mereka.

Kemudian, ikan Balasak atau Ridi Angus juga sudah diklaim Thailand. Padahal, ikan hias jenis ini hanya ditemukan di Sungai Batanghari, Jambi. Bukan itu saja, sejumlah ikan hias asli Jambi, seperti ikan Tali-Tali, Arwana Jambi dan Tilan, juga ditengarai sudah diklaim Singapura sebagai ikan mereka.

Memang, keberadaan ikan-ikan itu di Jambi sudah langka. Apalagi ikan Ridi Angus, sudah sangat sulit ditemukan. Anehnya, jenis ikan-ikan tersebut justru gampang ditemui di Singapura dan Thailand.

Ditengarai ada keterlibatan mafia ikan hias yang memonopoli dan menghabisi ikan hias di Jambi.

Indikasi adanya mafia ikan hias ini diungkapkan oleh salah seorang pegawai Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jambi kepada Jambi Independent. Para mafia inilah, kata dia, yang menyebabkan ikan-ikan hias itu punah di Jambi.

“Mereka membawa dan membudidayakan ikan Ridi Angus secara besar-besaran yang kemudian diklaim sebagai ikan milik mereka,” kata pegawai yang minta namanya dirahasiakan lantaran takut diteror para mafia tersebut.

Terkait hal itu, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) ketika dikonfirmasi hanya bisa kaget. Dia mengaku tak pernah mendapat laporan tentang adanya mafia ikan hias yang bermain di Jambi. Selama ini dia hanya mendapatkan laporan yang baik-baik saja mengenai pengelolaan ikan hias.

“Wah… apa iya,” tanya HBA ketika ditemui usai rapat laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) di gedung DPRD Provinsi, kemarin . Mantan Bupati Sarolangun itu kaget ketika mendengar kabar bahwa ikan Ridi Angus sudah diklaim milik Thailanda. Dia sangat menyayangkan jika memang Ridi Angus sudah diklaim negara asing.

“Padahal di tahun 70-an. Ridi Angus itu mudah sekali ditemukan,” ujarnya. “Saya akan panggil Dinas Kelautan dan Perikanan untuk membahas masalah ini,” kata HBA.

Sumber di Dinas Kelautan dan Perikanan mengungkapkan, para mafia ini merupakan kolaborasi pribumi dan warga asing. Bahkan, dia tak menampik adanya keterlibatan “orang dalam” (Dinas Kelautan dan Perikanan) untuk melangkakan ikan hias jenis Ridi Angus.

“Salah satu modus para mafia ini adalah memborong jenis Ridi Angus secara besar-besaran. Lalu, keberadaan Ridi Angus di Jambi di habisi,” katanya.

Modus lainnya, yakni lewat permainan harga. Lewat sistem arisan, mereka memonopoli penjualan ikan Ridi Angus sehingga warga Jambi tak punya ruang dan tempat untuk menjual ikan ke pasar. Akibatnya, harga Ridi Angus jatuh di pasaran. “Nah, ketika harga jatuh, di sinilah celah mereka menguasai. Lantaran monopoli ini, warga terpaksa hanya bisa menjual ke mereka. Itu pun dengan harga yang sangat murah,” jelasnya.

Itulah sebabnya jenis Ridi Angus ini punah. Apalagi tidak ada payung hukum dan keseriusan pemerintah dalam mengelola Ridi Angus. “Padahal, dulu ikan ini gampang sekali kita temui. Kalau sekarang, sudah hampir punah. Ciri khas ikan ini memang hidup berkelompok. Jadi sangat gampang ditangkap,” katanya.

“Karena gampang ditangkap, maka ikan ini sangat mudah dihabisi. Kan aneh, ikan ini langka di Jambi, tapi mudah ditemui di negeri orang. Padahal ini ikan asli Jambi,” imbuhnya.

Pria yang sehari-harinya mengurusi ikan ini mengatakan, permainan mafia ikan hias tidak berhenti sampai disitu saja. Dengan memonopoli pasar, kata dia, warga pribumi tak mampu menjual ikan-ikan hias tersebut sampai ke luar negeri. Dengan sangat rapi, para mafia ini mensetting proses penjualan ikan-ikan hias lewat akses satu pintu.

“Wajar, ekspor ikan hias dari Jambi tak bisa menembus pasar Eropa secara langsung. Ekspor ikan hias hanya bisa dilakukan ke Singapura. Artinya, kalau ingin ekspor langsung ke Eropa tentu tidak bisa,” jelasnya.

“Itu pun kita jual dengan harga sangat murah. Sedangkan Singapura mengekspor kembali ikan hias asal Jambi ini ke Eropa dengan harga yang lebih mahal. Hasilnya, Singapura mendapatkan nilai tambah ekspor yang lebih baik,” katanya.

“Khusus untuk ikan jenis Ridi Angus, kebanyakan dimainkan oleh Thailand. Makanya, saat ini mereka mengklaim ikan itu milik mereka,” imbuhnya.

Sumber ini mengungkapkan, saat ini praktik illegal mafia ikan hias marak terjadi di Jambi dan hanya menguntungkan segelintir orang, tapi merugikan Jambi. Ini disebabkan adanya klaim kepemilikan, dan penyalahgunaan proses untuk mendapatkannya.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Batanghari (Unbari) Pantun Bukit, tak menyangkal adanya keterlibatan mafia ikan hias yang bermain di Jambi. Para mafia itu, kata dia, bisa masuk dan bermain di Jambi karena Pemda tak pernah serius memperhatikan masalah ikan hias.

Menurut dia, pemda tak pernah memprotek ikan-ikan apa saja yang tidak boleh keluar Jambi. Sehingga, lewat peran mafia ini ikan-ikan hias milik Jambi dengan mudahnya diboyong ke luar, lalu diklaim.

“Pemerintah hanya tutup mata. Sementara para mafia ini bebas bermain,” tegasnya.

Seharusnya, lanjut Pantun, ikan hias dikembangkan dengan mengikut sertakan warga. Sehingga dapat menemukan spesies baru lagi. Namun sayang, ketidakseriusan pemda menjaga dan melestarikan ikan hias ini menyebabkan Jambi kehilangan nilai secara ekonomi.

“Dan kita kehilangan asal muasal ikan ciri khas kita,” katanya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi Erman Rahim ketika dikonfirmasi mengaku belum tahu mengenai adanya praktek mafia ikan hias ini. Ia pun enggan berkomentar terkait adanya orang dalam yang terlibat dalam mafia ikan hias ini. “Saya tidak tahu soal itu. Memang ada ya di Jambi,” ujarnya. [jambi.i]

Minggu, 14 Oktober 2012

PKL di BBAT Jambi

Tulisan ini dibuat untuk berbaGi pengalaman bgi adex2 tingkAt yg ingin PKL 
di BBAT Jambi.


Pada PKL thun 2011 tdi bnyak meninggalKann cerita mulai dari yg menyedihkan Smpe yg Menyenangkan (Saya, Hendra, Setyo, Meyko, Leo dan Ferdiansyah).

Sebenarnya, pertama kali saya dan hendra yg merencanakan utk PKL di BBAT Jambi ,lalu saya dan hendra mengajak teman2 yg lain utk PKL dsna, akhirnya kami cri2 informasi (browsing) tntng BBAT Jambi krna kami adalah angkatan pertama fak Perikanan Uniski yg PKL dsna olh sbab itu informasi tntg BBAT JAmbi msh sngt kurang,,kmi memanfaat media internet utk mencari tahu tntng BBAT Jambi.

Setelah kami ber enam sepakat utk PKL dsna, kami menghadap Dekan FAkultas utk konsultasi,,pada awalnya kami tidak disetujui utk PKL dsna krna berbenturan dngan Program studi Manajemen,,tpi berkat kerja keras dan kegigihan kami utk PKL dsna akhirnya kami di setujui dan berangkat disana,,di temani Oleh pak Amin Haitamai selaku dosen Pendamping.

Perjalanan k BBAT Jambi kurang lebih 8-10 Jam, kami menggunakan mobil carteran atas inisiatif sendiri. itu crta singkt perjuangan menuju k BBAT Jambi.

Sesampainya dsna,,kami diterima dngn baik olh pihak BBAT Jambi, bgitu smpai dsna kami sngt mrasa kagum melihat BBAT Jambi,,mulai dari Segi fisik n nOn fisik,, orng ny ramah2.

Pada awalnya kmi msih bingung dgn judul kmi,,kmi tidak tahu ap yg hrus dlakukan,,tpi utg nya pihak BBAT Jambi memberi kami pembimbing.

BBAT Jambi adalah Unit Pelaksana Teknis Departemen Kelautan Dan Perikanan di bidang budidaya air tawar berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, yang dibentuk pada tanggal 1 Mei 2001 berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. KEP.26E/MEN/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja, yang mempunyai wilayah kerja seluruh Pulau Sumatera. Lokasi Desa Sungai Gelam Kec. Sungai Gelam Kab. Muaro Jambi, 30 km di sebelah Timur Kota Jambi. 
 Gambar 1. Gedung Utama BBAT Jambi.

Gambar 2. Kolam Pembesaran
Gambar 3. Hactery 1
 Gambar 4. Kultur Artemia
Gambar 5. Bocah petualang (meyko n herman)
Gambar 6. Profile Proyektor
Gambar 7. Asrama Toman

Nah itu sekilas gambaran tentang BBAT Jambi,,mulai dri Gedung smpe ke peralatan2 nya,,,di jamin klo PKL dsna kita mndapatkan ilmu yg sngt bnyk krna di tunjang oleh Pembimbing yg berkompeten dan peralatan2 yg canggih.

upsss kelupaan,,cuma mau ngingatin bgi adx2 tingkt yg ingin PKL dsna,,harap mempersiapkn proposal untk di seminarkan,,dsna dua kli seminar looo,,,pertama seminar Proposal dan kedua seminar hasil.....yUUUkkk Capcuzz kita lihat gambarannya,,,  hahahha


Gambar 8. Seminar

nah bisa kita lihat KAn gimana raut wajah Yg tegang saaT seminar,,jdi pesan saya adx2 PKL nanti dharapakan kesriusanny..


Setelah 1 bulan PKL,,bnyk ilmu yg kita dptkan,,dsmping itu kita juga bnyk mndaptkan teman2 baru,,hal2 yg sllu buat kangen utk kembali n berkumpul..huhhhh Sedih yachh

Gambar 9. Teman2 Seperjuangan



Gambar 10 Acara Perpisahan

hemm,,hal yg sllu buat rindu,,

,itu cerita singkt tntg pengalaman PKL d BBAT Jambi,,bnyk ilmu yg didapatkan asal kita bersungguh2 dan tidak malas2an,,semoga cerita saya ini bisa bermanfaat dan menjdi motivasi buat smuanya...pengalamn yg tak kn terlupaKan,,mulai dari berselisih paham smpe gotong royong dmi kebaikan bersama....sbnr nya msh bnyk loo crta menarik lain nya,,nanti dsmbung lgi yachh ,,,,apabila bnyk kekurangan mohon dmaafkan,,,dan mhon kritik dan sarannyaa,,,
wassalamm,,



itu ceritaaa ku,,  Herman Crespoo,,

Sabtu, 13 Oktober 2012

Bisakah ikan Papuyu (Betok) di Budidayakan ?

Meski sama sekali belum memiliki pengalaman membudidayakan ikan pepuyu, M Jayen Suseno (39) memberanikan diri untuk memelihara ikan air tawar yang saat ini sangat jarang dibudiyakan di kolam.

"Kalau ikan patin atau nila sudah banyak yang membudidayakan. Tapi kalau ikan pepuyu sangat jarang. Jadi saya mencoba melakukannya," katanya.

Laki-laki yang menjabat sebagai Kepala Desa Sungai Karias Kecamatan Amuntai Tengah Kab HSU ini menuturkan, harga jual ikan yang memiliki sisik tebal dan duri tajam tersebut lah yang membuatnya tertarik untuk mencoba membudidayakan pepuyu.

"Di pasaran, harga satu kilo pepuyu bisa berkisar antara Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu perkilonya," katanya.

Bermodalkan Rp 8 juta, ayah dua anak ini kemudian membangun dua buah kolam di tanah miliknya. Beruntung, kondisi geografis HSU sebagian merupakan rawa dan perairan, sehingga lebih memudahkan dalam proses pembuatan kolam. 

"Untuk menghemat biaya, pembuatan kolam saya kerjakan sendiri. Alhamdullilah selesai, dan sumber airnya bagus, " ujarnya.

Setelah kolam ikannya siap, Jayen kemudian langsung berburu bibit ikan pepuyu. Bibit pepuyu akhirnya didapat dari Desa Kambitin Kab Tabalong. Satu ekor bibit pepuyu dibelinya dengan harga Rp 200.  

Pembelian bibit ikan pepuyu tersebut dilakukan dalam dua tahap. Total saat ini dikedua kolam miliknya, Jayen sudah menebar 21 ribu bibit ikan. 

"Dari pertama bibit disebar, sampai saat ini sudah hampir dua bulan. Alhamdulilah,  yang semula ukuran ikan hanya sebesar biji labu, sekarang ukurannya sudah hampir sebesar jua jari orang dewasa, dan sejauh ini kondisi pertumbuhan ikan sangat baik. Saya baru menemukan 25 ekor ikan yang mati," ungkapnya. 

Hambatan terbesar yang ditemui Jayen dalam membudidayakan ikan pepuyu justru datang dari minimnya literatur mengenai budidaya ikan yang memiliki citarasa daging yang manis dan gurih tersebut. 

"Saya sudah mencari kemana-mana. Bahkan sampai mencari buku ke Banjarmasin. Sudah 15 buku yang saya beli dan pelajari tentang budidaya ikan air tawar. Tapi tidak ada satupun yang membahas tentang budidaya pepuyu," ungkap Jayen.

Dirinya berharap agar dinas atau instansi terkait bisa membantunya dalam melakukan budidaya ikan pepuyu. Paling tidak memberikan informasi mengenai bagaimana teknik budidaya ikan pepuyu yang baik dan benar.

Warga Jalan Abdul Hamidan Desa Sungai Karias Kecamatan Amuntai Tengah ini mengatakan, sudah ada pembeli yang datang dan berminat untuk membeli ikan pepuyu miliknya apabila sudah berhasil panen.

"Mudah-mudahan bisa berjalan lancar. Insya Allah kalau sudah berusia empat bulan ikan sudah bisa dipanen," katanya seraya berharap apabila berhasil, usahanya tersebut bisa memotivasi warga lainnya untuk melakukan budidaya pepuyu.

Kasi Perikanan dan Budidaya Dinas Perikanan dan Peternakan HSU Sri Yulia Rahmawati mengatakan, budidaya ikan pepuyu memang masih sangat jarang dilakukan oleh warga di HSU.

Meski harga ikan pepuyu dipasaran sangat tinggi dan peminatnya banyak, namun kebanyakan masyarakat lebih  
memilih untuk membudidayakan jenis ikan lainnya seperti patin atau nila.

"Alasannya karena ikan ini dianggap sering menghilang tanpa sebab apabila dipelihara di kolam. Karena pepuyu ikannya bisa melompat ke luar kolam," katanya. [banjarmasin.tribunnews]

Sejarah UNISKI Kayuagung


Universitas Islam OKI atau yang lebih dikenal dengan sebutan UNISKI, merupakan salah satu aset kebanggaan masyarakat Kabupaten OKI di bidang Pendidikan karna Universitas Islam OKI (UNISKI) kayuagung adalah Perguruan tinggi satu-satunya di Kabupaten OKI yang sudah ber label UNIVERSITAS. Universitas Islam OKI (UNISKI) Kayuagung berlokasi di Jln. Letnan Muchtar Saleh No.1 (Eks. Kantor Bupati OKI) Kel. Celikah Kayuagung OKI.

Adapun cerita asal mulanya bagaimana UNISKI ini bisa beridiri di Kabupaten ini, begini ceritanya:
Pada tanggal 28 s.d. 30 Maret 2006, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ogan Komering Ilir melakukan Musyawarah Daerah Muhammadiyah Ogan Komering Ilir, salah satu keputusannya adalah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ogan Komering Ilir mendirikan perguruan tinggi. Keputusan ini mendapat sambutan Bupati Ogan Komering Ilir yang selama ini memang sedang mencari mitra untuk mendirikan perguruan tinggi di Kayuagung Ogan Komering Ilir. Sejak itu Bupati Ogan Komering Ilir selalu melakukan komunikasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ogan Komering Ilir. Puncaknya pada tanggal 20 Ramadhan 1427H atau bertepatan dengan tanggal 13 Oktober 2006, Bupati Ogan Komering Ilir memanggil Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ogan Komering Ilir dan mengharapkan segera membentuk Panitia Pendirian Perguruan Tinggi, dan segera melakukan pertemuan awal.

Menyikapi ajakan Bupati Ogan Komering Ilir tersebut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ogan Komering Ilir mengadakan rapat, dan diputuskan untuk menerimanya. Kemudian Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ogan Komering Ilir melakukan konsultasi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan di Palembang.

Selanjutnya dibentuk Panitia Pendirian Perguruan Tinggi Ogan Komering Ilir dengan personalia sebagai berikut:
Penasihat :
* Ir. H. Ishak Mekki, MM. (Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir)
* Prof. Ir. H. Mahmud Hasyim, MME.
* Prof. DR. Ir. H. Zainal Ridho Djakfar, M.Sc.
* H. Hambali Hasan, S.H.
* Prof. DR. Ir. H. Ali Yasmin Adam Wiralaga, M.Sc.
* Prof. Chuzaimah Dahlan Diem, M.L.S. Ed.D.
* Prof. DR. H. M. Jahir Basir, M.Pd.
Panitia Pelaksana:
* Ketua : H. Harun Marzuk, S.H. MM.
* Wakil Ketua : Drs. H. Fakhry Zamzam, MM.
* Sekretaris : Abdul Hamid Usman, S.H. M.Hum.
* Wakil Sekretaris : Qomaruz Zaman, S.Pd.
* Bendahara : Laharsen Murtadho.
* Anggota : Dr. H. Rusli Muchtar, Sp.OG., Fisli Hartono, S.H. S.Ag., H. Abdul Gofar Saleh, S.Pd. Ir. Yuni Saryani, M.Si.

Panitia pendirian kemudian melakukan konsultasi dengan instansi terkait. Berdasarkan hasil konsultasi tersebut, selanjutnya Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ogan Komering Ilir bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir mendirikan Yayasan Pendidikan Islam Bende Seguguk Kayuagung, dengan kesepakatan semua pengurusnya adalah kader Muhammadiyah Ogan Komering Ilir, sedangkan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir menyediakan sarana dan prasarana serta biaya penyelenggaraannya.
Pada tanggal 5 Februari 2007 didirikanlah Yayasan Pendidikan Islam Bende Seguguk Kayuagung dengan Akta Notaris Nomor 005, Notaris Emmy Natalia, S.H., dengan struktur personalia sebagai berikut:

Pembina :
* Ir. H. Ishak Mekki, MM. (Bupati Kabupaten OKI)
* Drs. K. H. Busjroddin Nour (Ketua PDM Muhammadiyah OKI)
* Drs. H. Ali Hanafiah
* Dr. H. Rusli Muchtar, Sp.OG
* H. Abdul Gofar Saleh, S.Pd.
Pengurus :
* Ketua Umum : Abdul Hamid Usman, S.H.M.Hum.
* Ketua : H.Muhammad Ali, S.Ag.
* Sekretaris Umum : Muhammad Ali, S.Ag.
* Bendahara : Drs. Legianto Ahmad.
Pengawas :
* Fisli Hartono, S.H. S.Ag.
* Drs. H. Fakhry Zamzam, MM.
* Drs. Muzakkir Muid
Selanjutnya Yayasan Pendidikan Islam Bende Seguguk Kayuagung membentuk tim perintis berdirinya perguruan tinggi yang terdiri dari 4 orang, yaitu :
* H. Harun Marzuk, S.H. MM. Sebagai Ketua
* Abdul Hamid Usman, S.H. M.Hum. sebagai Sekretaris
* Laharsen Murtadho sebagai Bendahara
* Ir. Holidi Nawawi, S.Pd. M.Pd sebagai Penghubung

3 orang tersebut adalah asli Putra Daerah Ogan Komering Ilir, sedangkan Ir. Holidi Nawawi, S.Pd. M.Pd adalah Putra Sumatera Selatan yang berdomisili di Yogyakarta.
Kemudian Tim Perintis tersebut melakukan konsultasi dengan Kopertis Wilayah II Palembang dan Ditjen Dikti di Jakarta yang hasilnya pendirian perguruan tinggi saat ini harus melalui proses alih kelola perguruan tinggi yang sudah ada. Menindaklanjuti hal tersebut Tim Perintis melakukan survei ke beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa dan akhirnya Tim Perintis mewakili Yayasan Pendidikan Islam Bende Seguguk Kayuagung sepakat untuk bekerjasama dengan Yayasan Universitas Jenggala Sidoarjo Jawa Timur mengadakan perjanjian alih kelola, perubahan nama, dan pindah lokasi dari Universitas Jenggala Sidoarjo Jawa Timur menjadi Universitas Islam OKI (UNISKI) Kayuagung.

Melalui Yayasan Pendidikan Islam Bende Seguguk Kayuagung ini, maka berdirilah Universitas Islam OKI (UNISKI) Kayuagung yang izin penyelenggaraannya berdasarkan SK Mendiknas Republik Indonesia Nomor 148/D/O/2007 Tanggal 7 Agustus 2007. Universitas Islam OKI (UNISKI) Kayuagung memiliki 4 fakultas dengan 7 program studi, yaitu :
1. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
a. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.
b. Program Stdui Pendidikan Bahasa Indonesia.
c. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
2. Fakultas Hukum
Program Studi Ilmu Hukum.
3. Fakultas Perikanan
Program Studi Pengolahan Sumber Daya Perikanan.
4. Fakultas Teknik
a. Program Studi Teknik Mesin.
b. Program Studi Teknik Sipil.

Universitas Islam OKI (UNISKI) Kayuagung dipimpin oleh :
* Rektor : H. Harun Marzuk, S.H. MM.MH.
* Wakil Rektor : DR. Saleh Hidayat, M.Si.
* Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan : Dra. Ellyda Husin
* Dekan Fakultas Hukum : Hambali Yusuf, S.H. M.Hum.
* Dekan Fakultas Perikanan : H. Amir Hamzah, S.U.
* Dekan Fakultas Teknik : Ir. H. Jonizar. MT.
* Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat : DR. Zazili Hanafiah, M.Sc.
* Ketua Pusat Pembinaan, Pembimbingan, Pengkajian Dan Pengembangan Al-Islam (P5I) : Purmansyah Ariadi, S.Ag.

Adapun visi Universitas Islam OKI (UNISKI) Kayuagung yaitu :
Universitas Islam OKI (UNISKI) Kayuagung akan dijadikan sebagai Universitas Islam yang terkemuka di Indonesia, unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang integral dalam keislaman. Berdasarkan visi tersebut Universitas Islam OKI (UNISKI) Kayuagung akan mendidik mahasiswa melalui mata kuliah Al-Islam yang disebarkan mulai dari semester I sampai dengan semester VI.

Dan misi Universitas Islam OKI (UNISKI) Kayuagung yaitu :
Universitas Islam OKI (UNISKI) Kayuagung diharapkan dapat menghasilkan sarjana yang memiliki kemampuan akademik yang kompetitif, berakhlak mulia, mampu beramal ilmiah untuk kemaslahatan umat manusia dan segenap alam. Serta melakukan penelitian untuk meningkatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, sejajar dengan perkembangan peradaban umat manusia.

Tenaga administratif di lingkungan Universitas Islam OKI (UNISKI) Kayuagung saat ini ada 5 orang. Mereka bekerja secara multifungsi untuk tujuan efisiensi, juga berdasarkan volume kerja yang masih sedikit serta dana yang masih terbatas. Dosen yang direkrut oleh Universitas Islam OKI (UNISKI) Kayuagung berasal dari berbagai disiplin ilmu yang relevan dengan program studi yang ada di fakultas-fakultas di lingkungan Universitas Islam OKI (UNISKI) Kayuagung. Jumlahnya saat ini 110 orang dengan kualifikasi S­1, S2, S3 dan guru besar. Sebagian besar para dosen ini berdomisili di luar kota Kayuagung, hanya sebagian kecil yang berasal dari lingkungan Kota Kayuagung. Adapun fasilitas yang dimiliki oleh Universitas Islam OKI (UNISKI) Kayuagung 7 ruang kuliah, 1 auditorium, 1 ruang perpustakaan, ruang laboratorium dan mushola.

Untuk merealisasikan visinya, Universitas Islam OKI (UNISKI) Kayuagung membentuk Pusat Pembinaan, Pembimbingan, Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam (P5I), untuk memberikan pelayanan yang optimal dan profesional bagi pembinaan ke-Islaman mahasiswa. Tujuannnya agar mahasiswa mengenal dan paham terhadap Al-Islam secara komprehensif dan dapat mengamalkan Islam dalam kehidupan sehari-hari. Perkuliahan Al-Islam dilakukan di masjid-masjid di lingkungan Kota Kayuagung setiap hari Sabtu dengan sistem mentoring.

Salah satu implementasi dari misi Universitas Islam OKI (UNISKI) Kayuagung antara lain menempatkan program studi pengolahan sumber daya perikanan sebagai program studi unggulan, karena sesuai dengan kondisi dan topografi Kabupaten Ogan Komering Ilir. Demikian juga di bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam OKI (UNISKI) Kayuagung diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang bermutu dan dapat berpartisipasi dalam pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas, memenuhi kebutuhan terhadap guru, dan akan berpartisipasi dalam kegiatan sertifikasi para guru di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Fakultas Hukum diharapkan dapat memberikan partisipasinya dalam rangka peningkatan kualitas aparaturnya, sedangkan Fakultas Teknik kiranya dapat menghasilkan para teknokrat yang handal.